Jenis Ragi Yang Sering Digunakan Untuk Baking

Jenis Ragi Yang Sering Digunakan Untuk Baking

Ada banyak bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue atau roti, mulai dari tepung, telur, gula, mentega atau margarin, dan lain sebagainya. Salah satu bahan yang tak boleh tertinggal saat ingin membuat kue atau roti adalah ragi. Ragi merupakan satu bahan tambahan yang biasanya dibutuhkan dalam proses baking. Mungkin diantara anda banyak yang keliru mengartikan ragi, ada yang mengira jika ragi merupakan bahan tambahan pada umumnya. Namun tahukah anda jika ragi ternyata juga makhluk hidup? Ragi sendiri adalah sejenis tumbuhan berspesies jamur atau cendawan. Ragi akan bekerja lebih maksimal jika ada gula dalam adonan.

Mungkin beberapa dari anda sudah tahu fungsi ragi dalam adonan roti/kue adalah untuk membantu proses pengembangan adonan. Dengan kandungan gas CO2 yang dihasilkan melalui proses fermentasi, gas tersebut kemudian membuat adonan roti memiliki rasa dan aroma yang khas. Mengingat fungsi ragi yang penting, ternyata ada banyak jenis ragi yang dijual di pasaran, tak banyak orang yang tahu mengenai hal ini.

Jenis-jenis ragi untuk baking

Agar pengetahuan anda tentang dunia baking semakin bertambah, ada 3 jenis ragi yang umumnya digunakan untuk membuat kue atau roti. Simak penjelasannya di bawah ini.

1.      Ragi basah atau ragi segar (fresh yeast)

Ragi jenis ini ternyata mengandung kadar air yang cukup tinggi, sehingga bisa dipastikan ragi ini tidak tahan lama. Selain itu, ragi basah harus disimpan dalam suhu maksimal 1 derajat Celsius. Ragi basah terbuat dari krim jamur, biasanya dipasarkan dalam bentuk balok kotak dengan berat kurang lebih 200 gram. Karena kadar airnya yang cukup tinggi maka ragi basah cenderung mudah rusak dan harus sesegera mungkin digunakan. Unutk masa penyimpanannya sendiri bisa mencapai 8 minggu sejak diproduksi. Cara menggunakan ragi ini adalah dengan diremas terlebih dahulu, kemudian dicampurkan ke dalam adonan roti.

2.      Ragi kering (ragi koral)

Ragi ini cenderung lebih kering bila dibandingkan dengan ragi segar/ragi basah. Sebenarnya ragi kering termasuk jenis ragi semi-aktif sehingga saat ingin menggunakan ragi ini, anda perlu merendamnya ke dalam air terlebih dahulu sampai berkembang. Setidaknya anda perlu merendam selama 10 sampai 30 menit, dengan perbandingan air dan ragi setidaknya 4:1. Karena sifatnya yang kering, ragi ini tentu memiliki masa penyimpanan yang lebih lama yaitu sampai 2 tahun.

3.      Ragi instan

Ragi instan umumnya berbentu butiran kering dengan ukuran yang lebih kecil dari ragi kering (ragi koral). Untuk penggunaannya sendiri cukup praktis, anda bisa langsung mencampurkannya ke dalam adonan kue/roti. Agar mutu ragi tetap terjaga dengan baik, maka sebaiknya anda menyimpan ragi instan dalam wadah kedap udara (setelah kemasan ragi dibuka).  Ragi instan sering dijadikan ragi andalan oleh para pembuat roti/kue, karena proses mengembangnya adonan yang cepat.

Memilih ragi berdasarkan kemasannya

Setelah anda mengetahui jenis-jenis ragi ada baiknya anda menyimak tips memilih ragi berdasarkan kemasan. Umumnya saat membeli ragi ditoko atau warung-warung bentuk kemasannya berupa plastik tertutup. Setelah digunakan, ragi itu masih bisa digunakan kembali asal disimpan dalam wadah yang tertutup rapat dan suhu yang tepat. Akan tetapi, akan lebih baik jika anda memilih ragi dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan anda. Jangan memilih kemasan yang terlalu besar karena anda tak perlu menyimpan ragi tersebut terlalu lama. Sehingga kualitas yang dimiliki ragi tetap baik dan terjaga.

Sebenarnya kemasan sekali pakai sangat cocok untuk keperluan ibu rumah tangga. Namun jika anda bermaksud untuk membuat kue/roti untuk dijual kembali. Maka pastikan anda memilih kemasan yang lebih ekonomis. Karena hal ini berpengaruh terhadap besarnya modal yang anda keluarkan.

Bagaimana dengan informasi di atas, dengan memilih ragi yang tepat dan kemasan yang sesuai maka hasil kue anda akan lebih baik. Selain itu, biaya produksi untuk membuat kue bisa diatur kembali, untuk berbagai tips menarik tentang dunia baking bisa kunjungi official website kami www.inspirasibaking.com selamat mencoba di rumah!

Sumber : Photo by Tamara Gak on Unsplash

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *